Bahaya Pengapuran Tulang yang Tidak Disadari, Ini Gejalanya!

Tahukah kamu bahaya pengapuran tulang? padahal penyakit pengapuran tulang merupakan permasalahan yang kerap terjadi pada lansia.

Karena faktor degeneratif ini dapat mengurangi fungsi organ tubuh, serta tulang dan persendian. Namun, jika dilihat dari gaya hidup masyarakat sekarang, pengapuran tulang bisa terjadi pada usia muda. 

Gejala pengapuran tulang tidak dapat disepelekan karena sendi dan tulang merupakan alat gerak tubuh. Apabila kesehatan alat gerak tubuh ini bermasalah maka aktivitas harian akan terganggu. Tidak hanya mengganggu aktivitas saja tetapi dapat mengganggu kondisi kejiwaan. 

Lantas apa saja bahaya pengapuran tulang yang sering disepelekan? Selengkapnya akan dibahas secara detail mengenai bahaya, gejala, dan pengobatan pengapuran tulang seperti berikut.

Inilah Bahaya Pengapuran Tulang yang Sering Disepelekan

Meski berbahaya, ternyata tidak sedikit orang yang menyepelekan masalah pengapuran tulang. Berikut beberapa bahaya yang ditimbulkan akibat pengapuran tulang.

1. Osteoarthritis Semakin Parah

Pengapuran tulang sering kali disebabkan oleh osteoarthritis (radang sendi). Namun, bila pengapuran tersebut tidak ditangani maka akan membuat osteoarthritis semakin parah, dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

2. Menyebabkan Rematik

Pengapuran tulang juga berpotensi menyebabkan penyakit persendian dan tulang lainnya seperti rematik.

Baca Juga : 10 Bahaya Rematik dan Ciri-Ciri yang Perlu Diwaspadai!

3. Menyebabkan Osteoporosis

Pengapuran tulang yang disebabkan oleh osteoarthritis dapat menyebabkan pengapuran pada bagian persendian dan tulang rawan. Hal tersebut bila tidak segera ditangani, dapat memunculkan komplikasi lain seperti osteoporosis (gangguan penurunan kepadatan mineral tulang).

4. Derajat Nyeri Semakin Tinggi

Pengapuran tulang akibat osteoarthritis mengakibatkan peradangan pada persendian dan menyebabkan nyeri. Bila nyeri dibiarkan terus menerus derajat nyeri akan bertambah karena kerusakan pada persendian bertambah.

5. Menurunkan Kemampuan Mobilisasi & Mengganggu Aktivitas

Pengapuran tulang dapat menimbulkan masalah persendian dan tulang rawan lainnya. Kondisi dapat mengganggu kesehatan tulang dan persendian. Tulang dan sendi berfungsi sebagai penopang tubuh dan alat gerak.

Apabila kerusakan terus menerus terjadi pada persendian dan tulang maka akan membatasi ruang gerak. Akibatnya mobilisasi anggota gerak tubuh sulit dilakukan, dan menimbulkan rasa sakit yang hebat. Rasa sakit tersebut menyebabkan seseorang tidak bisa melakukan aktivitas harian dengan baik.

Penderita pengapuran akan terganggu kualitas tidurnya, serta tidak dapat melakukan pekerjaan yang melibatkan persendian dan tulang.

6. Menyebabkan Penyakit Jantung Koroner

Pasti Anda kaget ketika mendengar pengapuran tulang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Hal tersebut bukanlah wacana belaka. Karena pengapuran tulang dapat mengakibatkan pemecahan laju tulang dengan cepat.

Akibatnya kadar kalsium dalam darah meningkat dan menimbulkan aterosklerosis. Seperti diketahui, aterosklerosis merupakan kondisi menebalnya pembuluh darah akibat sumbatan plak kolesterol yang menjadi pemicu utama jantung koroner.

7. Menyebabkan Masalah Kejiwaan

Rasa nyeri yang tak kunjung sembuh akibat pengapuran tulang dapat menyebabkan gangguan tidur. Apabila gangguan tidur dibiarkan begitu saja akan menyebabkan insomnia akut. Kondisi ini akan menyebabkan gangguan kecemasan hingga masalah kejiwaan seperti depresi.

8. Menyebabkan Infeksi pada Sendi

Pengapuran tulang selain dapat mengikis dan merusak persendian dan tulang rawan juga dapat menimbulkan infeksi pada sendi.

9. Meningkatkan Risiko Terkena Saraf Terjepit

Pengapuran tulang juga meningkatkan risiko seseorang mengalami saraf terjepit. Hal tersebut terjadi akibat efek samping komplikasi dari pengapuran tulang. 

10. Meningkatkan Risiko Obesitas

Pengapuran tulang mengakibatkan mobilisasi tubuh terbatas, akibatnya penderita tidak dapat melakukan aktivitas atau olahraga dengan baik. Hal tersebut akan menambah risiko obesitas, apalagi jika penderita melakukan gaya hidup sedentari. 

Kenali Ciri-Ciri dan Gejala Pengapuran Tulang

Berikut ciri-ciri dan gejala yang bisa dideteksi apabila Anda mengalami pengapuran tulang:

  • Muncul rasa sakit atau nyeri hebat selama atau sesudah melakukan aktivitas fisik terutama yang melibatkan persendian.
  • Terjadi kekakuan sendi selama 30 menit terutama saat bangun tidur di pagi hari. Gejala ini timbul akibat efek samping osteoarthritis yang menjadi penyebab utama pengapuran tulang.
  • Mobilisasi terbatas.
  • Akan menimbulkan bunyi “klik” atau letupan ketika persendian digerakkan.
  • Adanya ruam, peradangan, hingga pembengkakan di sekitar lokasi pengapuran tulang.
  • Berkurangnya kemampuan persendian dalam bergerak.

Cara Mengobati Pengapuran Tulang Dengan Mudah

Berikut beberapa cara mengobati pengapuran tulang dengan mudah.

1. Rutin Berolahraga

Olahraga merupakan sumber pengobatan alami yang dapat mencegah tubuh terkena berbagai penyakit. Rutin berolahraga 3x sehari dengan durasi kurang lebih 30-60 menit dapat mengurangi risiko pengapuran tulang.

Hal tersebut karena olahraga dapat menurunkan berat badan menjadi ideal. Berat badan ideal akan mengurangi beban kerja persendian dan tulang. 

2. Mengubah Pola Makan Menjadi Lebih Sehat

Pengapuran tulang juga dapat diatasi dengan mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Misalnya mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C, D, beta karoten, lemak omega 3, dan bioflavonoid.

Serta menghindari makanan dan minuman yang terlalu manis, berlemak trans, tinggi omega6, beralkohol, dan tinggi natrium.

3. Mengkonsumsi Obat Analgetik atau Anti Nyeri

Obat anti nyeri boleh digunakan untuk penyakit nyeri sendi yang berat, namun penggunaan harus hati-hati dan tidak boleh terus-menerus dalam jangka panjang, karena bisa menimbulkan efek samping bagi lambung, hati dan ginjal.

Obat anti nyeri tersebut bisa mengiritasi lambung, memperberat kerja hati karena untuk menetralisir dan diekskresikan di ginjal. 

Baca Juga : Inilah Bahaya Nyeri Sendi Jika Dibiarkan Saja, Yuk Waspadai!

4. Mengkonsumsi Suplemen Viostin

Pengapuran tulang juga dapat dicegah dan diobati menggunakan nutrisi tulang rawan sendi, seperti glukosamin dan kondroitin. Terapi dengan suplemen seperti ini lebih aman karena terbuat dari bahan alami.

Berikut suplemen makanan yang mengandung bahan tersebut dan perlu diketahui.

Mengenal Viostin

Viostin merupakan suplemen nutrisi sendi dengan kandungan utama kombinasi Glukosamin dan Kondroitin, dikombinasikan dengan Mangan, Magnesium, Vitamin C, dan Zinc. Kombinasi kandungan tersebut bermanfaat membantu menjaga kesehatan persendian. 

Dalam produk Viostin yang terbaru sudah mengeluarkan formula baru yang tentunya lebih efektif, kandungannya lengkap, mempunyai sertifikat halal, dan juga sudah bersertifikat BPOM.

Jadi, Anda tidak perlu khawatir lagi dalam mengkonsumsi Viostin, termasuk konsumen muslim. Formula baru yang ada dalam produk Viostin lebih aman dikonsumsi dan lebih cepat mengatasi permasalahan peradangan dan nyeri tulang hingga sendi.

Ada berbagai macam varian produk Viostin yang saat ini bisa dikonsumsi, ada yang berupa kaplet ada juga yang berupa susu dengan varian rasa coklat dan vanilla. Untuk lebih jelasnya bisa lihat disini :

Nah, bagi kamu yang tidak bisa meminum suplemen dalam bentuk kaplet, bisa memilih alternatif lain yaitu berupa Viostin milk dengan rasa coklat maupun vanila.

Apa Saja Isi Kandungan dari Viostin?

Tiap kaplet viostin mengandung:

  • Glucosamine HCl 500 mg
  • Chondroitin Sulphate 400 mg
  • Vitamin C 50 mg
  • Mangan 50 mcg
  • Magnesium Glycerophosphate 10 mg
  • Zinc 5 mg

Apa Saja Manfaat dari Kandungan Viostin?

Kombinasi Chondroitin dan Glucosamine berperan penting dalam proses pembentukan tulang rawan sendi. Sehingga kandungan dan aturan minum yang tepat dari Chondroitin dan Glucosamine dapat memperbaiki sendi yang rusak, memproduksi kembali tulang rawan sendi dan menghambat kerusakan sendi, serta nyeri sendi akan teratasi karena masalah kerusakan sendinya telah teratasi.

Vitamin C memiliki banyak manfaat untuk tubuh, salah satu peranan dari Vitamin C adalah mempercepat proses pembentukan kolagen dan jaringan yang ada di tubuh, salah satunya jaringan tulang rawan sendi yang ada pada daerah persendian.

Tambahan Vitamin C dalam formulasi baru Viostin dapat membantu mempercepat kerja produk untuk memperbaiki sendi yang rusak dan memproduksi tulang rawan sendi.

Mangan memiliki peran penting dalam proses pengikatan glucosamine. Oleh karena itu, Selain mangan memiliki fungsi untuk membantu memproduksi tulang rawan sendi, mangan juga berperan untuk menghambat kerusakan sendi agar tidak semakin parah

Magnesium memiliki peranan penting dalam mobilisasi tubuh, karena magnesium memiliki peranan penting dalam relaksasi otot dan juga penyerapan kalsium.

Dalam penderita nyeri sendi, gejala yang sering dialami adalah kekakuan pada daerah sendi yang menyebabkan tubuh menjadi sulit bergerak dan terasa nyeri, peranan magnesium adalah mengatasi masalah kaku dan nyeri pada daerah persendian sehingga bagian sendi yang bermasalah menjadi lebih enak untuk digerakkan. 

Zinc mempunyai banyak peranan penting untuk tubuh, yang paling terkenal dapat bermanfaat sebagai antioksidan.

Dalam Masalah persendian, Zinc memiliki peranan dalam menyembuhkan kerusakan sendi dengan cara reproduksi sel atau memproduksi kembali sel-sel tulang rawan sendi yang telah rusak akibat penyakit osteoarthritis atau radang sendi. Selain itu Zinc dapat membantu pembentukan jaringan baru dari sendi yang tulang rusuk tersebut.

Bagaimana Cara Mengkonsumsi Viostin yang Benar?

  • Untuk Terapi Nyeri Sendi atau Pengapuran Sendi : 3 x 1 kaplet sehari
  • Untuk Pencegahan dan Pemeliharaan : 1 x 1 Kaplet sehari

Apakah Viostin Memiliki Efek Samping? 

Viostin merupakan suplemen dari bahan alam dan tidak mengandung Analgesik atau obat anti nyeri, jadi boleh dikonsumsi jangka panjang. 

Agar Anda terhindar dari bahaya pengapuran tulang, segera konsumsi Viostin. pencegahan pengapuran tulang terbaik ketika Anda merasakan gejala. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×